Tuesday, March 8, 2016

Kisah Inspirasi: Kakek Tua Dan Pepayanya

Kisah Inspirasi: Kakek Tua Dan Pepayanya

Kisah Inspirasi: Kakek Tua Dan Pepayanya - Saya berharap agar renungan ini menjadi kesempatan mengingatkan pada satu diantara cerita kehidupan yang mungkin banyak tercecer di depan mata kita. Kisah kali ini mengenai kehidupan seorang kakek yang sederhana, hidup sebagai orang kampung yang bersahaja. Satu sore, ia memiliki keyakinan bahwa pohon pepaya di depan tempat tinggalnya sudah berbuah. Meskipun cuma dua buah namun sudah menguning serta siap dipanen. Ia merencanakan menuai buah itu di keesokan hari. Tetapi, ketika pagi tiba, ia merasakan satu buah pepayanya hilang dicuri orang.

Kakek itu sungguh sangat bersedih, sehingga istrinya merasa keheranan. “masak hanya lantaran satu pepaya saja engkau begitu sangat murung” tutur sang istri.

“Bukan itu yang aku sedihkan” jawab sang kakek, “Aku kepikiran, begitu sulitnya orang itu mengambil pepaya kita. Ia mesti sembunyi-sembunyi di dalam malam supaya tak ketahuan orang. Belum lagi harus memanjatnya dengan sangat susah payah untuk dapat memetiknya. ”

“Oleh karena itu” lanjut sang kakek, “saya akan meminjam tangga serta akan saya simpan di bawah pohon pepaya kita, dengan harapan semoga ia datang kembali malam ini serta akan tidak kesusahan lagi mengambil yang satunya”.
Baca Juga : Kisah Inspirasi Umar Bin Khattab Dan Keprihatinannya
Tetapi waktu pagi menjelang, ia merasakan bahwa pepaya yang tinggal satu tersebut masih ada beserta dengan tangganya tanpa berubah sedikit pun. Ia coba bersabar, serta mengharapkan pencuri itu bakal kembali dan muncul lagi pada malam ini. Tetapi pada pagi selanjutnya, tetap buah pepaya itu masih ada di tempatnya.

Di sore harinya, sang kakek kehadiran seseorang tamu yang menenteng duah buah pepaya besar di tangannya. Ia belum pernah mengetahui si tamu itu. Singkatnya, sesudah terlibat perbincangan yang lama, ketika akan berpamitan, tamu itu dengan sangat menyesal mengakui kalau ia yang sudah mengambil pepaya.

“Sebenarnya” kata sang tamu, “di malam selanjutnya saya menginginkan mengambil buah pepaya yang tersisa. Tetapi waktu saya temukan ada tangga di sana, saya tersadarkan serta mulai saat itu saya berazam untuk tidak mengambil pepaya lagi. Karenanya, saya kembalikan pepaya Anda serta untuk menebus dosa saya, saya hadiahkan pepaya yang baru saya beli di pasar untuk Anda”.

Hikmah yang dapat kita ambil dari cerita di atas, yaitu mengenai keikhlasan, kesabaran, kebajikan serta langkah pandang positif dalam setiap kehidupan.

Dapatkah kita berlaku positif sewaktu kita kehilangan suatu hal yang kita cintai dengan ikhlas serta mencari segi sebaiknya dan melupakan sakitnya akan suatu “musibah”?

"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta."